Dua Skim Pembiayaan Replanting Sawit

Untuk menggenjot produktivitas sawit milik petani yang masih rendah, pemerintah menyiapkan dua skim pembiayaan. Kedua skim pembiayaan tersebut ditujukan untuk meremajakan (replanting) tanam sawit milik petani yang sudah berumur di atas 20 tahun dengan tingkat produksi rendah di bawah tiga ton per hektare. Angka tingkat produksi optimal di atas 10 ton per hektare.

Dua skim pembiayaan yang dipersiapkan yakni pendanaan dari BPDP dan kredit usaha rakyat (KUR). Pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dipatok Rp25 juta per hektare untuk lahan maksimal seluas empat hektare. Lahan yang bisa ikut program replanting ini harus sudah bersertifikat.

Apabila petani punya kebun di atas empat hektare, BPDP hanya membiayai replanting seluas empat hektare saja. “Sisanya, ya petani biaya sendiri,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution usai membuka acara Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) ke-13 di Nusa Dua Bali, Kamis (2/11/2017).

BPDP mengelola dana dari hasil pungutan ekspor sawit dan produk turunannya. Sedikitnya BPDP mendapat dana pungutan ekspor itu sebesar Rp7 triliun. Dana inilah yang dipakai untuk membiayai program replanting tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *